Kolose 2:6-7. Konteks. Kepenuhan hidup dalam Kristus. 2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan j kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 2:7 Hendaklah kamu berakar k di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan l kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Saat Teduh, Minggu 9 Oktober 2022, Kolose 3:1â€-‬4 TB: Hidup Baru, menanggalkan kehidupan duniawi. Kolose 3:1â€-‬4 TB Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
Penjelasan Rasul Paulus dalam Kol. 3:15-17 mengemukakan beberapa unsur persekutuan anak-anak Tuhan: a. Hidup dalam pasekutuan anak Tuhan. Sebagai orang piiihan yang dikuduskanNya dan dikasihiNya, setiap pribadi harus mengalami pembaharuan mencakup segi moral, etika,dan spiritual yang telah diselamatkan, dengan meninggalkan kebiasaan hidup lama
Khotbah Kolose 3:5-11, Jumat 17 Agustus 2012. Introitus : Tetapi dalam pengharapan, karena mahkluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah (Roma 8:21). Bacaan: Imamat 25:8-12; Khotbah : Kolose 3:5-11. Tema: Pembebasan dari kematian kepada kehidupan.
. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
Menurut penelitian, jumlah energi yang dikeluarkan untuk mengayun sebuah pacul ke tanah sama besarnya dengan jumlah energi yang dikeluarkan untuk mengayun sebuah tongkat golf. Namun, seorang pegolf akan merasa lelah jika harus mengayun pacul di sawah. Sebaliknya, seorang petani, pasti merasa sia-sia harus mengayunkan tongkat golf berjam-jam hanya untuk memukul sebuah bola putih yang kecil itu. Ketika kita melakukan sesuatu, yang mengambil peranan penting bukanlah sekedar tenaga yang kita keluarkan atau kewajiban yang kita kerjakan. Yang berperan penting adalah Hati. Motivasi yang lahir dari hati untuk melakukan pekerjaan kita. Itulah yang membuat apa yang kita kerjakan menjadi punya makna. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia Kolo 323. Nasihat ini Paulus sampaikan dalam konteks hubungan antar anggota - anggota keluarga khususnya antara tuan dan hamba. Para hamba mesti bekerja bukan dengan setengah hati tetapi dengan sepenuh hati. Bukan untuk si tuan yang manusia tetapi untuk Tuhan. Bekerja seperti untuk Tuhan akan mendorong motivasi yang lahir dari hati untuk bekerja dengan sungguh - sungguh. Motivasi yang lahir dari hati akan menunjukan apakah kita bekerja dengan sepenuh hati atau setengah hati atau dengan terpaksa? Jika kita mengerjakan sesuatu dengan melibatkan hati atau dengan sepenuh hati maka pekerjaan terasa menyenangkan dan membawa sukacita bagi orang – orang di sekitar kita. Meskipun yang kita lakukan adalah sebuah pekerjaan yang biasa saja di mata orang lain. Tapi kitalah yang memberi nilai tinggi dan memberi manfaat besar bagi pekerjaan itu. Bekerja dengan sepenuh hati merupakan sebuah pilihan. Masing-masing kita memiliki kebebasan untuk memilih mau bekerja dengan sepenuh hati atau tidak? Sebagai contoh; Bapak/Ibu yang bekerja di dunia perbankan mempunyai pilihan apakah Bapak/Ibu mau melayani semua nasabah dengan senyuman ataukah senyuman hanya untuk orang – orang tertentu saja. Apakah Bapak/Ibu mau bekerja dengan jujur ataukah tidak? Bapak/Ibu yang bekerja sebagai tenaga medis juga mempunyai pilihan apakah melayani pasien dengan sentuhan kasih ataukah dengan wajah cemberut? Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Setiap hari bekerja di ladang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa dan putus asa “Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini,” katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. “Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.” Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, “Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya.” Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini.” Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”. Pemuda itu akhirnya tersadar. “Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan penuh semangat agar memberi bermanfaat bagi makhluk lain”. Bekerjalah dengan cinta! Bekerjalah dengan sepenuh hati. Dan, ketahuilah, pekerjaan-dengan cinta itu makin mendalam maknanya karena cinta Tuhan kepada kita dan cinta kita kepada Allah–yang terwujud dalam pelayanan kita kepada sesama dan relasi kita dengan semua orang. Kerjakan tugasmu dengan giat; dengan hati dan dalam kuasa Roh Kudus. Jangan sekedar mengerjakan apa yang kau senangi, namun senangilah apa yang harus kaukerjakan. Seorang penebang kayu selalu mengasah kapaknya, seorang pemburu mengencangkan busurnya dan penulis meraut pensilnya. Marilah membaharui peralatan kerja kita karena tidak banyak pohon yang dapat ditebang dengan kapak yang tumpul, tidak banyak buruan yang bisa diperoleh dengan busur yang renta dan tidak ada sepatah kata yang bisa ditulis dengan pensil yang patah. Asahlah motivasi dari hati. Bekerjalah dengan cinta. HAPPY MONDAY!! Tuhan memberkati. _WarOpen, 1803’19_
1 Passado muito tempo, depois que o Senhor concedeu a Israel descanso de todos os inimigos ao redor, JosuĂ©, agora velho, de idade muito avançada,2 convocou todo o Israel, com as autoridades, os lĂderes, os juĂzes e os oficiais, e lhes disse "Estou velho, com idade muito VocĂŞs mesmos viram tudo o que o Senhor, o seu Deus, fez com todas essas nações por amor a vocĂŞs; foi o Senhor, o seu Deus, que lutou por Lembrem-se de que eu reparti por herança para as tribos de vocĂŞs toda a terra das nações, tanto as que ainda restam como as que conquistei entre o JordĂŁo e o mar Grande, a O Senhor, o seu Deus, as expulsará da presença de vocĂŞs. Ele as empurrará de diante de vocĂŞs, e vocĂŞs se apossarĂŁo da terra delas, como o Senhor lhes "Façam todo o esforço para obedecer e cumprir tudo o que está escrito no Livro da Lei de MoisĂ©s, sem se desviar, nem para a direita nem para a NĂŁo se associem com essas nações que restam no meio de vocĂŞs. NĂŁo invoquem os nomes dos seus deuses nem jurem por eles. NĂŁo lhes prestem culto nem se inclinem perante Mas apeguem-se somente ao Senhor, ao seu Deus, como fizeram atĂ© "O Senhor expulsou de diante de vocĂŞs nações grandes e poderosas; atĂ© hoje ninguĂ©m conseguiu resistir a Um sĂł de vocĂŞs faz fugir mil, pois o Senhor, o seu Deus, luta por vocĂŞs, conforme Por isso dediquem-se com zelo a amar o Senhor, o seu "Se, todavia, vocĂŞs se afastarem e se aliarem aos sobreviventes dessas nações que restam no meio de vocĂŞs, e se casarem com eles e se associarem com eles,13 estejam certos de que o Senhor, o seu Deus, já nĂŁo expulsará essas nações de diante de vocĂŞs. Ao contrário, elas se tornarĂŁo armadilhas e laços para vocĂŞs, chicote em suas costas e espinhos em seus olhos, atĂ© que vocĂŞs desapareçam desta boa terra que o Senhor, o seu Deus, deu a "Agora estou prestes a ir pelo caminho de toda a terra. VocĂŞs sabem, lá no fundo do coração e da alma, que nenhuma das boas promessas que o Senhor, o seu Deus, lhes fez deixou de cumprir-se. Todas se cumpriram; nenhuma delas Mas, assim como cada uma das boas promessas do Senhor, do seu Deus, se cumpriu, tambĂ©m o Senhor fará cumprir-se em vocĂŞs todo o mal com que os ameaçou, atĂ© eliminá-los desta boa terra que lhes Se vocĂŞs violarem a aliança que o Senhor, o seu Deus, lhes ordenou, e passarem a cultuar outros deuses e a inclinar-se diante deles, a ira do Senhor se acenderá contra vocĂŞs, e vocĂŞs logo desaparecerĂŁo da boa terra que ele lhes deu".
Renungan 17 Apr 2022 Kolose 3 23 Kerjakan Seperti untuk Tuhan Renungan Harian Kolose 3 23 Kerjakan Seperti untuk Tuhan Ada tukang ledeng yang direkrut pimpinan Mercedes Benz untuk bekerja di perusahaannya, sebut saja Mr. Benz. Si bos terkesan dengan pelayanan dan cara bicara tukang ledeng tersebut saat Mr. Benz menggunakan jasanya untuk membereskan kran di rumahnya yang rusak. Cara kerjanya, yang menggunakan hati, mengantarkan tukang ledeng itu menjadi General Manager di Mercedez Benz. Kerjakan Seperti untuk Tuhan Dari tukang menjadi general manager merupakan lesatan karir yang luar biasa, yang tak semua orang bisa alami tetapi sebenarnya bisa dialami setiap pekerja. Belajar dari tukang ledeng tersebut ternyata kunci kesuksesan tidak ditentukan latar belakang pendidikan semata atau seberapa kayanya orangtua kita tetapi karakter kita dalam bekerja sangat mempengaruhi karir diri sendiri. Karakter yang dimaksud adalah bekerja dengan hati. Orang yang demikian pasti hasilnya jauh lebih baik dibanding orang yang bekerja tidak dengan hati. Tanda orang yang bekerja dengan hati, ia akan bekerja sebaik-baiknya dan yang terbaik dari yang ia bisa lakukan, baik ada atasan atau tidak. Inilah yang dimaksud dengan pesan Paulus pada nats. Sebagai pekerja atau pengusaha, hal utama yang harus kita sadari bahwa pertanggungjawaban terbesar kita atas pekerjaan bukan pada manusia melainkan pada Tuhan. Jadi, bekerjalah dengan memberi yang terbaik karena Tuhan adalah Bos kita. Jangan bekerja semata demi materi atau ambisi akan sesuatu, karena itu justru akan menghancurkan diri sendiri. Percayalah saat kita bekerja sungguh-sungguh dan melakukan yang terbaik, Dia pasti akan memberkati kita dengan berkat terbaik-Nya. ys
khotbah kolose 3 23